Kamis, 28 April 2011

Pocari Sweat's History

HHHHEEEELLLLLOOOOOOOOOOO !!!

Wah udah lama kita tiada bersua ya!
Kemana aja kang? neng? bang? mbak? om? tante? eceuukk? ada juga gw yang kemana ya. hahaha Gak kemana-mana kok gw masih di bumi *krik krik*

Oke hari ini gw akan menulis lagi. bukan tentang pengalaman cinta, dikerjain ulang tahun, atau tentang materi kuliah (makin susah ditulis kalau materi kuliah -,-) tetapi gw hari ini akan membahas tentang..

TET TERET TET TEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT...........

YAP !!! POCARI SWEAT.

Siapa yang gak tau pocari sweat? blogger mana nih yang belom pernah minum pocari sweat? wah katrok bener kalo belom (khas tukul, becanda gan! hehe)

Sesuai judul, kali ini gw akan membahas tentang sejarahnya POCARI SWEAT. Siapa yang tau sejarah POCARI SWEAT? Sw yakin pasti cuma segelintir orang sahaja. jadi, ayo kita mulai cerita ini.

And the story goes...

Settingnya dimulai pada tahun 1973 di pabrik otsuka pharmaceutical di tokushima - jepang. Perusahaan besar ini bisa dibilang market leader dalam bidang kesehatan. Kepala pabrik Akihiko Otsuka (35thn) yang juga merupakan anak dari PresDir otsuka pharmaceutical kedua, cucu dari pendiri otsuka pharmaceutical, keponakan dari pamannya, sodara dari sodarinya, cicit dari buyutnya, dan anak dari ibunya. (oke, back to topic)

Ayahnya Masahito Otsuka itu pemimpin yang karismatik dan sukses! Dia berhasil menciptakan produk minuman kesehatan Oronamine C dan obat oleh Oronine H. (mohon maaf ya kl tulisannya salah, maklum tulisan aslinya pakai huruf Jepang). Kesuksesannya juga memajukan perusahaannya. Nah si anak gak mau kalah!

Oronine H


Oronamin C

suatu ketika datang seseorang bernama Rokuro Harima (44thn). Dia, seorang penanggung jawab pengembangan minuman, menawarkan untuk mengembangkan cairan infus jadi minuman. NAH LO? Sebenernya apa alasan si Harima? CEKIDOT GAYS..

... Berawal dari pengalaman kurang baik Harima waktu lagi melakukan survey buah tropis untuk pengembangan minuman baru di Meksiko. Dia disana menderita diare parah, karena situasi air bersih setempat cukup buruk. Dia terpaksa di opname di rumah sakit yang peralatan medisnya terbatas. Saking kotornya dia minum obat pakai air soda. Masalahnya pula di rumah sakit itu gak ada infus. Kenapa butuh infus? karena pada saat diare, banyak cairan tubuh dan zat gizi yang hilang, walau udah di obatin tetep aja butuh supply gizi dan itu berasal dari cairan infus.Lalu dia inget pernah ngeliat dokter minum cairan infus setelah operasi berjam-jam. Nah hal tersebutlah motivasi dari pengembangan minuman cairan infus ...

Lanjut gan...


Cuma usulannya di pending sama Akihiko. sampai 3 tahun kemudian (1976) Akhiko menjadi PresDir ketiga pada umur 38 tahun. Suatu hari Harima dipanggil Akihiko lalu dia datang bareng staff peneliti mudanya, namanya Akihisa Takaichi (33 thn). Disitu Akihiko mulai mengembangkan minuman cairan infus. Akihiko memperhatikan trend berjogging pada saat itu meningkat, jadi produk-produk olahraga jogging laris.

Keinginan akihiko itu menciptakan minuman kesehatan yang juga minuman ringan. Ide minuman yaitu: minuman kesehatan yang komposisinya sama seperti keringat sehingga menambah elektrolida dengan rasa yang tidak membosankan dan enak ditenggorokan. Tugas pengembangan minuman itu diserahkan ke Takaichi biar sekalian ngelatih dia katanya (sok kenal bener aye). Mulai dari situ Takaichi mulai sibuk deh melakukan penelitian.

Masa-masa pengembangan minuman cairan infus

Pertama, dia pergi ke sauna trus ngambil sample keringetnya. Kedua dia jalan-jalan biasa disekitar kantor trus ngambil sample keringetnya juga. Tujuannya supaya dia ngerti keringet tuh apa. Trus dia menganalisa dari kedua sample itu deh. Hasilnya ternyata beda antara keringet sauna/olahraga sama keringet jalan-jalan (keringet sauna lebih asin + lebih pait = lebih asem).

Akhirnya si Takaichi bikin minuman dengan resep persis sama dengan keringet! Yah dengan kata lain bikin keringet versi minuman. Hihihi (ngebayangin sambil minum trus ngerasa jreng jreng badan bergetar). Begitu dikasih ke Harima ditolak karena.... yaa ngerti kan gimana rasanya keringet polos? pait, asin, asem, rame rasanya.

Si Takaichi pusing kayaknya sampe-sampe lembur neliti. Akhirnya dia mikir buat ngasih pemanis alami. Tapi hasilnya gimana? Ditolak lagi. haha... Kasian si Takaichi, tapi dia gak patah semangat. Kata si Harima, kadar gula dalam minuman itu harus dibawah 10% karena mereka mau buat minuman kesehatan bukan minuman ringan (hampir semua minuman ringan saat itu kadar gulanya lebih dari 12%). Lalu si Takaichi disuruh ngembangin minuman yang tidak manis dan tidak pait. Akhirnya dia terus neliti. Hasil minuman yang dikembangin Takaichi nyampe 1000 jenis! bayangin dah tuh 1000 jenis air keringat yang rasanya beda-beda. mungkin ada salah satu yang rasanya nyerempet keringet ketek badak kali gak tau juga hehehe.

3 tahun berlalu minuman yang dikembangin Takaichi masih belum sempurna (masih pahit). Waktu lagi dicoba PresDir Akihiko, gak sengaja masuk karyawan yang bawa sample minuman serbuk instan yang juga lagi dikembangin. Eh tapi hasilnya sama-sama belum sempurna. Akhirnya Akihiko kepikiran buat nyampurin kedua minuman dan... BINGO!! mantab jayaa!!! rasa pahitnya hilang. Ternyata minuman serbuk instan itu rasa JERUK. Berkat si presdir akhirnya pengembangan minuman cairan infus (blm ada namanya waktu itu kan) jadi lebih maju.

Jeruk

Lalu Takaichi eksperimen ama jeruknya. akhirnya ketemu!!!! Jeruk apakah? itu rahasia perusahaan boss. Takaichi akhirnya berhasil membuat minuman dengan kadar gula dibawah 10% yaitu dengan 6.2% dan 7%. Waktu dicoba Harima ama peneliti lain, peneliti lain pada milih yang manis (7%) tapi Harima masih mau ngetes. Akhirnya beberapa hari kemudian mereka diajak mendaki gunung sama Harima, gunung dalam kota. Sampai di puncak kan capek, mereka dikasih air minum yang sama. Namun hasilnya, mereka pada milih yang rasanya kurang manis (6.2%). Akhirnya yang 6.2% dipilih dan PresDir Akhiko pun suka, aku pun suka, kamu pun suka, kita semua suka. :)

Produksi Pocari Sweat dimulai!

Kini giliran Akihiko yang ambil alih. Sewaktu dibahas pada rapat para petinggi perusahaan, banyak direktur-direktur senior yang menolak! ngasih respon negatif! Akhirnya rapat ricuh tapi keputusan presdir tetep jalan, yaitu produksi minuman cairan infus. Minuman itu dikasih nama Pocari Sweat. Pocari artinya kesegaran Sweat artinya keringet.

Pocari Sweat

Mulai tahun 1980, penjualan pocari sweat dimulai. Penjualan awal-awal tidak ada yang menerima, bahkan tingkat pengecer sekalipun. Lalu mereka (perusahaan) membuka kios di berbagai event dengan harga 10rb per minumannya. Hasilnya? DITOLAK KONSUMEN !!! Wah bahaya nih, kecemasan direktur senior mulai menjadi kenyataan. Trus keputusannya Akihiko apa? Presdir memutuskan untuk membagikan secara gratis Pocari Sweat dengan jumlah tidak terbatas ke seluruh Jepang walaupun perusahaan mengalami kerugian. Tujuannya mensosialisasikan konsep produk dengan tepat ke konsumen jadi konsumen tau keunggulan pocari sweat.

Pembagian gratis dimulai. Staff Marketing pergi ke lapangan baseball ngasih ke bocah-bocah sekalian ngasih tau kegunaan dan konsep pocari sweat. Dan bocah-bocah pada suka pocari sweat! Ada juga yang ke pemandian umum, ke orang2 pinggir jalan yang keringetan (lucu dah ibunya, cob nanti liat di video). Pokoknya yang lagi keringetan deh. Akhirnya pocari sweat mulai populer. Tetapi penjualannya msh jelek, pembagian gratis pocari sweat udah lebih dari 30 juta kaleng (Rp 400M). Apa keputusan presdir? Akihiko memutuskan untuk tetep gratis selama sepanjang tahun 1980 (pasti gede banget tuh ruginya -,-).

1981 (tahun kedua) penjualan pocari sweat sama aja kayak taun lalu. Setelah musim hujan selesai, masuk musim panas, terasa sangat panas sekali. Minuman pocari sweat mulai diminati konsumen karena banyak yang keringetan. Akhirnya banyak yang minta pocari sweat mulai dari pengecer sampai grosir. Hasilnya? penjualannya sampai Rp2.6 trilyun. Akhirnya keputusan PresDir Akihiko membuahkan hasil!

YEAYYYYYYY.... dan sampai sekarang pun penjualan pocari sweat semakin tumbuh berkembang. Pocari sweat saat ini dijual di 16 negara termasuk di Indonesia. Di Indonesia juga ada bagi-bagi gratis lho, yaitu waktu bulan ramadhan, di bagi gratis saat berbuka puasa, di bagi gratis juga di rumah sakit. Di Indonesia sendiri penjualan pocari sweat sampai 500 juta kaleng.

Nah itulah sejarah dari pocari sweat. Ada beberapa poin penting yang gw tangkep nih dari cerita ini.
  1. Perhatikanlah sekitarmu! segala hal bisa mengilhami dirimu untuk menciptakan sesuatu yang hebat!
  2. Jangan pernah cepat puas! terus lakukan penyesuaian dan pengembangan sampai mendapatkan yang terbaik.
  3. Lakukan hal yang tidak biasa! - waktu Akhiko nyampur kedua minuman
  4. Bersabar dan percaya. keuntungan bukan segalanya. - waktu memperkenalkan produk baru dan membentuk pasar baru hanya ada dua kemungkinan. diterima atau ditolak. Diterima berarti bagus. Ditolak berarti yang harus kita lakukan adalah bersabar sampai konsumen tau dan percaya kepada kita.
  5. .... (tambahin sendiri aja ya :D)

Buat yang mau nonton filmnya



atau bisa download disini


Now you know, semoga cerita ini bisa menambah pengetahuan umum kita ya! amin! tugas selanjutnya adalah menyebarkan ilmu! ayo kasih tau yang laen!!! okeeeeeeeeee...... GO ION!


1 comments:

Anonim mengatakan...

oh jadi gituu toh sejarahnya..
izin copas ya gan ! ehhe

Poskan Komentar